STEVANI On Social Media

Showing posts with label MANAJEMEN. Show all posts
Showing posts with label MANAJEMEN. Show all posts

Sunday, July 22, 2018

Lingkungan Perusahaan

Lingkungan ialah kondisi yang menggambarkan kejadian / peritiwa secara internal maupun eksternal pada satu aktivitas.
Dalam lingkungan perusahaan ada hal-hal yang perlu diperhatikan yakni :
  • Meletakan dasar
  • Strategi
  • Kebijakan
  • Taktik
  • Tujuan

Lingkungan perusahaan slalu berubah-ubah karena faktor-faktor yaitu :
  • Teknologi
Penggunaan teknologi dalam perusahaan. Pergantian penggunaan teknologi sesuai perkembangan zaman mampu mempengaruhi lingkungan perusahaan dimana SDM yang belum mampu menggunakan teknologi-teknologi terbaru membuat situasi kinerja menjadi terganggu.

  • Politik
Kebijakan pemerintah yang turut mengatur dan mempengaruhi lingkungan perusahaan

  • Ekonomi
Keadaan ekonomi perusahaan yang cendrung menurun, mempengaruhi, kondisi perusahaan, bisa saja terjadi pemecatan/mengurangi karyawan
  • Sosial
  • Budaya
Perbedaan budaya dalam lingkungan perusahaan, contoh pemimpin yang memimpin menggunakan bahasa daerahnya mambuat terjadinya mis komunikasi oleh karyawan yang berbeda asal daerahnya.




Dinamika Organisasi

Dinamika adalah kondisi yang tercipta pada suatu keadaan. Dinamika terjadi tergantung pada situasi. Contohnya  pada suatu proses perdebatan tercipta dinamika yang tinggi saat perbedaan presepsi/ pendapat.

Mengapa sampai harus terjadi dinamika?
  1. Karena perbedaan pendapat/presepsi
  2. Karenaa perubahan iklim, ekonomi, sosial, politik, budaya
  3. Karena perubahan dan perkembangan teknologi
  4. Perubahan sistim dalam organisasi

Dasar-Dasar Manajemen|| FALSAFAH MANAJEMEN

Falsafah artinya dasar, pondasi, tujuan.
Falsafah manajemen dimaksudkan sebagai dasar, tujuan dari suatu manajemen.
Falsafah terbagi 3 yaitu :
  1. Tujuan
  2. Pengambilan keputusan
  3. Perencanaan manajemen
Tujuan dapat diambil dengan 2 cara yaitu eksternal dan internal. Pengambilan keputusan diambil berdasarkan
  • Peraturan-peraturan yang berlaku dalam organisasi
  • Kebijakan karena situasi tertentu
Perencanaan manajemen berupa tujuan yang ditetapkan oleh sebuah organisasi akaan memberikan arah kepada kegiatan-kegiatan dimana kepentingan tersebut disalurkan sebagai usaha bersama. Tujuan berdasarkan perencanaan yang dijabarkan dari visi dan misi dan dirumuskan menjadi sebuah programme organisasi.

Dalam proses menciptakan tujuan, ada hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu keseimbangan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan faktor-faktor eksternal yang lain (ekonomi, sosial, budaya, dll)
Penentuan tujuan terbagi 2 :

  1. Tujuan utama / primer adalah tujuan yang mengakumudir dan mendistribusikan prinsip-prinsip dasar organisasi yang menjadi prioritas dalam skala makro (contoh bakti dalam lingkungan masyarakat) maupun mikro (contoh menciptakan keamanan bagi karyawan)
  2. Tujuan sekunder yaitu tujuan yang menopang tujuan utama/ primer
Pengambilan keputusan pada hakikatnya pencapaian tujuan sama dengan proses perencanaan. Ada 5 hal dalam pengambilan keputusan :
  1. Penghayalan serta pembatasan persoalan
  2. Menentukan berbagai macam kemungkinan alternatif pemecahan masalah
  3. Mengumpulkan serta menganalisis data/ kenyataan-kenyataan yang ada
  4. Menentukan pemecahan persoalan yang dihadapi
  5. Menyiapkan pelaksanaan pemecahan persoalan.

Dasar-Dasar Manajemen|| Manajemen, Pengorganisasian, Dasar Koordinasi

Manajemen merupakan proses, seni, cara, gaya untuk mencapai tujuan bersama.
Fungsi manajemen :
  • Perencanaan /program
  • Organisasi
  • Pengarahan
  • Pelaksanaan
  • Kontrol/pengawasan
Pendekatan-pendekatan dalam manajemen :
  • Pendekatan operasional
  • Pendekatan perilaku manusia
  • Pendekatan sosial
  • Pendekatan sistem
  • Pendekatan kuantitatif
Dalam manajemen pentingnya sebuah kepemimpinan. Kepemimpinan merupakan proses mengarah serta mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan tugas bagi anggota/kelompok organisasi dan individu.
Ada 3 hal yang dikenal sebagai stocdil yakni:
  1. Adanya pihak yang mau mengikuti apa yang diperintahkan /dikatakan pemimpin.
  2. Adanya pengaruh sang pemimpin kepada pihak lain yang kemudian menjadi pengikutnya.
  3. Adanya kuasa/ wewenang pemimpin terhadap bawahan
Dalam pelaksanaan suatu tugas, ada yang pelaksanaannya menunggu perintah , namun ada pula yang pelaksanaannya sesuai kesadaran tugas dan tanggung jawab. Hal ini menhangkut bagaimana/ seberapa besar pengaruh seorang pemimpin terhadap bawahannya.

Kekuasaan terdiri dari beberapa hal yakni :
  • Kuasa pituwas, yaitu kuasa yang diberikan /kuasa yang memberi balas jasa terhadap apa yang dihasilkan bawahan. Contohnya bawahan yang berjasa diberi kenaikan pangkat.
  • Kuasa memaksa/ kuasa menghukum, biasanya diberikan oleh seorang pemimpin diluar aturan yang berlaku.
  • Kuasa hukumiah, kuasa formal berdasarkan aturan-aturan yang berlaku dalam organisasi
  • Kuasa keahlian, berdasarkan pengetahuan/ kemampuan dan keterampilan
Kepemimpinan juga dapat dikelompokkan dalam beberapa kelompok, yang dikemukakan oleh seorang ahli manajemen bernama RANSISLIKEL (seorang pakar manajemen) ;
  1. Kelompok eksplotatif, yaitu kelompok yang memaksa/memeras bawahannya sesuai dengan apa yang diinginkan tanpa memandang situasi.
  2. Otoritatif, yaitu pemimpin yang masih mau mendengar pendapat dari bawahan (tetapi tidak menjalankan pendapat) yang kemudian memberi komando/perintah.
  3. Pendekatan konsultatif, yaitu merangkul semua pendapat bawahan baru mencapai solusi terhadap persoalan yang dihadapi oleh pendapat-pendapat tersebut.
  4. Partisipatif
Di dalam pengaruh dan kuasa, seorang pemimpim memilih dasar-dasar untuk memberikan sebuah arahan/perintah  :
  • Seorang pemimpin harus menciptakan hubungan yang harmonis
  • Pemimpin harus menciptakan sebuah kondisi yang komunikatif
  • Pemimpin harus bisa menciptakan kesatuan perintah
  • Pemimpin harus mendapat informasi yang akurat sebelum memberikan perintah
  • Pemimpin harus mampu menafsirkan pendapat yang disampaikan/kondisi yang dihadapi dan gejala-gejala yang akan terjadi.
Pengorganisasian merupakan usaha untuk mensinkronkan dan menyatukan segala kegiatan dalam organisasi agar mencapai tujuan organisasi.
Tujuan dilakukan sebuah proses organisasi, yaitu :
  1. Menyederhanakan organisasi
  2. Harus diadakan prosedur yang terang dan jelas dan dapat diketahui oleh setiap orang supaya dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tepat dan cepat
  3. Sedapat mungkin menggunakan komunikasi tertulis
  4. Sebaiknya diadakan rencana secara dini
  5. Para karyawan diminta/didorong agar mengadakan koordinasi secara sukarela
  6. Koordinasi dilakukan secara formal melalui pimpinan staf pembantu, panitia, maupun pejabat penghubung
Dasar koordinasi
Pada pelaksanaannya perusahaan menciptakan mekanisme koordinasi.
Menurut Lutter ada 3 mekanisme koordinasi :
  1. Koordinasi hirarki, dimana berbagai kegiatan dihubungkan dibawah satu kekuasaan pusat
  2. Koordinasi administrative, berhubungkan dengan pekerjaan rutin sifatnya.
  3. Koordinasi sukarela, dimana individu/ kelompok melihat adanya kebutuhan, menciptakan program dan menerapkannya.
Hasil dari 3 dasar tersebut yakni :
  1. Berdasarkan rencana, biasanya dipakai bila organisasi dalam keadaan stabil, dapat diperkirakan terlebih dahulu
  2. Koordinasi berdasarkan umpan balik, digunakan berdasarkan informasi dari bawah, dianalisis, diputuskan dan diberitahukan kepada bawahan (biasanya dipakai bila organisasi dalam keadaan tidak stabil/berubah-ubah.
Inti dalam sebuah koordinasi yaitu menyangkut komunikasi. Komunikasi merupakan peristiwa dimana pemberi berita dan penerima berita memperoleh pandangan yang sama tentang satu berita.
Komunikasi terbagi 2 yaitu :
  1. Komunikasi kualitatif
  2. Komunikasi kuantitatif , berhubungan dengan angka-angka , contoh laporan keuangan.
Komunikasi berdasarkan isi kerja, terbagi 2 :
  1. Komunikasi yang menimbulkan stimulasi/ ransangan
  2. Komunikasi yang memberikan hasil kerja/penilaian
Pada pendekatan lain, komunikasi dapat dibedakan :
  1. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata baik secara lisan maupun tulisan
  2. Komunikasi non-verbal adalah komunikasi tanpa menggunakan kata-kata, hanya gerakan-gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan lainnya.

Thursday, July 19, 2018

Manajemen SDM dan Manajemen Personalia

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)

  • Menurut T. Hani Hanolek, Manajemen SDM merupakan penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan SDM untuk mencapai tujuan individu/ organisasi.
  • Menurut A. A. Anwar Prabu Mangkunegara, Manajemen SDM merupakan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
  • Menurut Melayu S. P. Hasibuan, Manajemen SDM merupakan ilmu dan seni mengatur hubungan dan peran tenaga kerja efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
Manajemen Sumber Daya Manusia (Manajemen SDM/ MSDM) merupakan salah satu bidang manajemen yang mempusatkan perhatian kepada masalah SDM agar dapat memberikan hasil yang optimal bagi perusahaan.
Manajemen Personalia meliputi aktivitas-aktivitas yang dapat menghasilkan produk kerja yang efektif. Manajemen personalia berupa perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, kompensasi.
Tugas-tugas yang harus dilakukan dalam bidang personalia (.) jangka pendek berupa perekrutan SDM, penempatan, masalah kesehatan dan keamanaan SDM, (.) jangka panjang berupa kebutuhan kerja di masa depan, masalah pendidikan dan latihan dari tenaga kerja, masalah promosi, masalah pemutusan hubungan kerja.

Menurut Edwin. B. Flippo, ruang lingkup manajemen personalia terdiri atas 2 fungsi pokok, :
  1. fungsi manajerial, yang terdiri dari elemen-elemen ; planning, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian.
  2. fungsi operasional, yang terdiri dari elemen-elemen ; pengadaan, pengembangan, kompensasi (pemberian bonus), integrasi, pemeliharaan (rolling pekerjaan), pemutusan hubungan kerja.

Wednesday, July 11, 2018

Manajemen// Dasar Dasar Manajemen yang Efektif

Manajemen yakni suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian, yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan SDM dan sumber daya lainnya.
Kata efektif sendiri dimaksudkan sebagai pengerjaan suatu pekerjaan yang benar dan atau tepat.

Tingkat-tingkat Manajemen terdiri atas 3 bagian yakni:

  1. Manajemen puncak/ manajemen tingkat tinggi, mencakup predisen, wakil presiden yang ditugaskan untuk membuat suatu keputusan yakni keputusan jangka panjang mengenai sasaran perusahaan
  2. Manajemen menengah, seperti pabrik, wilayah, yang bertanggung jawab atas keputusan jangka pendek
  3. Manajemen pengawasan, untuk bertindak sebagai pengawas dan mendengar keluhan para tenaga buru.
Fungsi utama manajemen dapat digolongkan menjadi 4 yakni :
  1. Perencanaan. Merencanakan tujuan masa yang akan datang
  2. Pengorganisasian. Pengaturan para karyawan untuk mencapai tujuan
  3. Kepemimpinan. Lebih ke proses mempengaruhi, sebagai pemimpin harus bisa mempengaruhi para karyawan untuk mencapai tujuan suatu perusahaan
  4. Pengawasan. Lebih ke monitoring/evaluasi kinerja para karyawan.
Keahlian yang diperlukan para manajer yakni:
  1. Keahlian Konseptual, yakni kemampuan untuk memahami hubungan antara berbagai tugas di perusahaan (dapat dikatakan pula sebagai kemampuan analitik dimana menganalis hal-hal yang ada dalam suatu perusahaan).
  2. Keahlian antar manusia, yakni keahlian yang diperlukan untuk berkomunikasi dengan pelanggan atau karyawan.
  3. Keahlian teknikal, yakni keahlian yang digunakan untuk melaksanakan tugas sehari-hari (menyangkut hal teknis)
  4. Keahlian pengambilan keputusan, yakni keahlian yang menggunakan informasi yang tersedia untuk menentukan cara mengalokasikan sumber-sumber perusahaan.
Metode yang dapat digunakan manajer untuk mengola waktu dengan efektif, yakni:
  1. Menetapkan prioritas yang tepat
  2. Jadwalkan waktu jedah yang panjang untuj tugas-tugas besar
  3. Minimalkan/membatasi interupsi/ide-ide
  4. Tetapkan sasaran jangka pendek
  5. Delegasikan beberapa tugas kepada para karyawan, untuk menciptakan kreatifitas para karyawan.