STEVANI On Social Media

Showing posts with label EKONOMI MIKRO. Show all posts
Showing posts with label EKONOMI MIKRO. Show all posts

Sunday, July 15, 2018

Ilmu Ekonomi || EKSTERNALITAS

Sub Pembahasan :
  • Ilmu Ekonomi Masyarakat
  • Ekternalitas Negatif dan Positif
  • Solusi Swasta Untuk Eksternalitas
Ilmu Ekonomi Kesejahteraan

Gambar kurva permintaan mencerminkan nilai bagi pembeli dan kurva penawaran mencerminkan nilai bagi penjual. Jumlah keseimbangan (Q market) memaksimalkan nilai total bagi pembeli dikurangi nilai total bagi penjual. Tanpa adanya eksternalitas, keseimbangan pasarnya bersifat efisien.

Eksternalitas adalah dampak-dampak tidak terkompensasi dari tindakan seseorang terhadap kesejahteraan orang lain yang tidak terlihat. Contoh kasus, emisi gas buangan dari pabrik kendaraan bermotor yang merupakan eksternalitas negatif, yang pada dasarnya tidak terlihat secara langsung pengaruhnya terhadap kesehatan orang yang menghirupnya. Bangunan-bangunan bersejarah yang direnovasi merupakan eksternalitas positif.
Internalisasi eksternalitas yakni mengubah insentif insentif sehingga sehingga masyarakat memperhitungkan dampak eksternal dari tkndakan mereka. Contohnya berfikir panjang sebelum menanam sayur di tempat sampah karena dapat memacu penyerapan zat zat berbahaya dari dalam tanah yang dapat terkonsumsi.

Eksternalitas Negatif dan Eksternalitas Positif
  • Eksternalitas Negatif
Gambar kurva eksternalitas negatif
Dimana Penawara merupakan biaaya pribadi
Dan permintaan merupakam nilai pribadi.

Kurva polusi dan titik optimalnya bagi masyarakat, tergambar diatas menjelaskan : dengan adanya eksternalitas negatif, seperti polusi, biaya sosial suatu barang yang melebihi biaya swastanya. Jumlah yang optimal (Q optimum) lebih kecil daripada jumlah keseimbangan (Q market).
  • Eksternalitas Positif
Kurva pendidikan dan titik optimalnya bagi masyarakat

Dimana, dengan adanya eksternalitas positif, nilai sosial suatu barang melebihi nilai swastanya. Jumlah yang optimal(Q optimum) lebih besar daripada jumlah keseimbangan (Q market).

Solusi Swasta Untuk Eksternalitas
Jenis-jenis solusi swasta :

  • Moral dan hukuman- hukuman sosial kesadaran.
  • Beramal, organisasi pencinta alam, penghijauan, bersih laut.
Menurut Teorema Coase ; suatu pendapat bahwa jika pihak-pihak swasta dapat melakukan tawar menawar mengenai lokasi sumber-sumber daya tanpa harus mengeluarkan biaya, mereka dapat menyelesaikan masalah eksternalitas mereka dengan sendirinya. Dengan demikian perlu adanya biaya transaksi yakni biaya yang harus dikeluarkan pihak-pihak terkait dalam proses mencapai suatu kesepakatan.

Kebijakan Publik Mengenai Eksternalitas, yakni:
  • Regulasi, pemerintah membuat UU tentang limbah yang menyebabkan pencemaran lingkungan sehingga masyarakat harus memilih untuk tidak menambah eksternalitas negatif yakni mentaati UU yang berlaku.
  • Pajak pigovian dan subsidi. Yakni pajak yang diberlakukan untuk memperbaiki dampak-dampak dari suatu eksternalitas negatif.
Terima kasih sudah mencari dan membaca ilmu.

Konsep Elastisitas||Elastisitas Permintaan dan Elastisitas Penawaran

Elastisitas merupakan berapa persen suatu variabel akan berubah bila suatu variabel lain berubah sebesar 1%. Misalnya jika harga naik atau turun maka akan berpengaruh pula terhadap tigkat permintaan dan atau penawaran naik atau turun.

Elastisitas permintaan yakni mengukur perubahan relatif dalam jumlah unit barang yang dibeli sebagai akibat perubahan salah satu faktor yang mempengaruhinya. Yang mempengaruhi harga barang itu sendiri disebut price elasticity of demmand (Notasi Ep). Elastisitas yang dikaitkan dengan harga barang lain disebut elastisitas silang (cross elasticity). Elastisitas yang dikaitkan dengan pendapatan disebut elastisitas pendapatan (income elasticity).

Elastisitas Harga (Ep) yakni mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah bila harganya berubah sebesar 1%.
Secara matematis Elastisitas Harga terurai sebagai berikut:
Rumus Elastisitas Harga
Jika angka E bersifat negatif berarti jika harga naik permintaan turun.
Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas harga :
  • Tingkat subsitusi, makin sulit mencari subsitusi suatu barang maka permintaan makin inelastis.
  • Jumlah pemakai, makin banyak jumlah pemakai maka permintaan akan suatu barang makin inelastis.
  • Proporsi kenaikan harga terhadap pendapatan konsumen. Bila proporsi besar maka permintaan cendrung lebih elastis.
  • Jangka waktu. Jangka waktu permintaan atas suatu barang juga mempunyai pengaruh terhadap elastisitas harga.

Jenis-jenis elastisitas, yakni:
  • Ep < 1 (in elastis), artinya perubahan permintaan kurang dari perubahan harga. Contohnya pada permintaan sembako.
  • Ep > 1 (elastis), artinya perubahan harga suatu barang menyebabkan perubahan permintaan yang besar (berlaku untuj barang-barang mewah. Contoh emas, mobil, berlian.
  • Ep = 1 (elastis unitary)
  • Ep = 0 (in elastis sempurna) , yakni berapapun harga suatu barang, konsumen akan tetap membeli sesuai jumlah yang dibutuhkan. Contoh air, garam.
  • E = ¤ (elastis tak terhingga), dimana perubahan harga sedikit saja menyebabkan permintaan yang tak terbilang besarnya. Contohnya telur pada saat musim natal/hari raya.
Bentuk-bentuk kurva permintaan (berkaitan dengan elastisitas harga)

Bentuk-bentuk kurva permintaan antara lain:
A. Elastisitas titik dan elastisitas busur
Elastisitas titik (point elasticity) mengukur tingkat elastisitas pada titik tertentu. Konsep ini digunakan bila perubahan harga yang terjadi sedemikian kecilnya sehingga mendekati nol.
Rumus elastisitas busur sebagai berikut :

 Rumus elastisitas titik sebagai berikut :
 Gambar kurva elastisitas titik dan elastisitas busur :
Dimana , pada awalnya tingkat harga sebesar P1, tingkat permintaan sebesar Q1. Pada saat harga naik sebesar P2 dengan perubahan sedikit saja.
B. Elastisitas silang (Ec)
mengukur persentase perubahan permintaan akan suatu barang sebagai akibat perubahan harga barang lain sebesar satu persen.
Rumus Ec secara matematis tertulis :
Ec = persentasi perubahan jumlah barang X yang diminta : persentasi perubahan harga
Contoh kasus, jika harga susu tinggi maka orang akan membeli teh, dan ketika permintaan teh banyak maka harga teh akan naik, ketika harga teh naik maka harga susu turun, dan orang kembali untuk membeli susu.
Nilai Elastisitas silang (Ec) mencerminkan hubungan barang X dengan Y, bila Ec > 0, X merupakan subsitusi Y. Kenaikan harga menyebabkan harga relatif X lebih murah, sehingga permintaan terhadap Y meningkat.
C. Elastisitas Pendapatan (Income Elasticity/Ei)
Elastisitas Pendapatan (Ei) mengukur berapa % permintaan terhadap suatu barang berubah bila pendapatan berubah sebesar satu persen.
Rumus Elastisitas pendapatan sebagai berikut :
Ei = persentase perubahan jumlah barang yang diminta ÷ persentase perubahan pendapatan

Elastisitas penawaran
Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran :

  • Jenis produk, kurva penawaran produk pertanian umumnya in-elastis, akibat dari produsen tidak mampu memberikan respons yang cepat terhadap perubahan harga.
  • Sifat perubahan produksi. Menjawab permasalahan Apakah biaya produksi akan meningkat dengan cepat atau lambat apabila produksi ditambah, tergantung pada beberapa faktor yakni: (1) tingkat penggunaan kapasitas perusahaan ;(2) kemudahan memperoleh faktor-faktor produksi.
  • Jangka waktu.
Terima kasih sudah mencari dan membaca ilmu.
Post by Stevani Manuhutu



Ekonomi|| Harga Keseimbangan (Ekuilibrium)

Harga Keseimbangan adalah harga dimana baik konsumen maupun produsen sama-sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang dikonsumsi dan dijual. Hal ini melahirkan adanya titik keseimbangan (ekuilibrium).
Contoh kasus pasar mobil inova sebagai berikut:
Permintaan Qd = 200 - 10P
Penawaran  Qs = -40 + 5P
Dimana Qd , Qs = ribuan unit per tahun
P = puluhan juta rupiah per unit.
Keseimbangan pasar = Qd = Qs
Qd = Qs
200 - 10P = -40 + 5P (sesuaikan bilangan)
200 + 40 = 10P + 5P
240 = 15P
P = 240÷15
P = 16
Maka
Qd = 200 - 10(16) = 40
Qs = -40 + 5(16) =40 (masukan nilai p pada persamaan yang diketahui untuk mencari letak titik Qd dan Qs yang menunjukkan titik keseimbangan)
Maka penyajian pada kurva sebagai berikut:
Kurva keseimbangan pasar mobil
Kurva Keseimbangan Pasar Mobil
Dalam perekonomian adanya perubahan permintaan dan penawaran yang menimbulkan perubahan keseimbangan pasar yang ditandai pula adanya perubahan titik keseimbangan. Adapun perubahan keseimbangan pasar yang dapat digambarkan sebagai berikut :
Kurva menggambarkan, jika harga P0 maka permintaan Q0. Produsen ingin mencari keuntungan lebih dengan menaikan harga menjadi P1 sehingga terjadi Eksesuplai/kelebihan penawaran.

Kurva menggambarkan, harga turun dari P0 ke P1 maka permintaan naik dari Q0 menjadi Q1 sehingga titik keseimbangan bergeser dari E0 ke E1.

Kurva menggambarkan, permintaan berubah menyebabkan harga naik. Pada saat harga murah di P0 permintaan naik dari Q0 ke Q1 akibat dari harga murah membuat volume pembelian barang oleh konsumen bertambah banyak maka produsen menaikan harga menjadi P1.
Kesimpulannya, Perubahan keseimbangan pasar terjadi bila adanya perubahan disisi permintaan dan atau penawaran.

Semoga bermanfaat, terima kasih sudah mencari dan membaca ilmu!
Post By Stevani Manuhutu


Thursday, July 12, 2018

EKONOMI || Hukum Penawaran

Penawaran (supply) merupakan barang yang produsen/ pengusaha ingin tawarkan/jual pada berbagai tingkat harga selama satu periode tertentu (oleh Prathmma Rahardja dan Mandala Manurung).
Hukum Penawaran (the low of supply) berbunyi : "Semakin tinggi tingkat harga maka semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan dan sebaliknya semakin rendah tingkat harga maka semakin sedikit jumlah barang yang ditawarkan".
Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran, yakni :

  • Harga barang itu sendiri (Px)
  • Harga barang lain yang terkait (Pl)
  • Harga biaya faktor produksi (C)
  • Tingkat teknologi (Tek)
  • Jumlah pedagang/penjual (∑ Pedagang)
  • Tujuan perusahaan
  • Kebijakan pemerintah (Keb. G)
Faktor-faktor tersebut dapat ditulis secara matematis sebagai berikut:
Sx = f ( Px , Pl , C , Tek , ∑ Pedagang , Tujuan Pers , Keb. G)
Variabel dependent yakni Sx dan f.
Variabel independen/ bebas yakni Px, Pl, C, Tek, ∑ Pedagang , Tujuan Perusahaan, Keb. G.
Skedul penawaran yakni daftar hubungan antara tingkat harga suatu barang dengan jumlah barang yang ditawarkan.
Contoh Kasus Penawaran Beras.
Skedul Penawaran Beras

Harga Beras / KG
∑ Suply Beras (Kg)
A
B
C
D
E
F
0
20
40
60
80
100
-
10
20
30
40
50

HUKUM PERMINTAAN || Ilmu Ekonomi Kurva Permintaan


Hukum permintaan berbunyi "Apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan dan sebaliknya apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami peningkatan.



Kurva permintaan menunjukkan hubungan antara harga suatu produk dengan jumlah yang diminta , jika hal-hal lainnya konstan. Permintaan berslope negatif terhadap Hukum Permintaan yakni " ketika harga naik permintaan akan turun dan ketika harga turun permintaan akan naik" , akibatnya kurva permintaan menjadi miring dari sisi kiri atas ke kanan bawah sehingga dikatakan mempunyai kemiringan negatif karena variabel-variabel yang bekerja dalam permintaannya bekerja berlawanan arah, disebabkan oleh sifat hubungan antar harga dan jumlah yang diminta mempunyai sifat hubungan terbalik. Kurva permintaan tidak mungkin menyentuh sumbu P karena berapapun harga barang pasti ada konsumen yang bersedia untuk membelinya. 



Hukum permintaan dapat tergambar sebagai berikut :


Terima Kasih sudah mencari dan membaca ilmu!
Post by Stevani Manuhutu
BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT:


EKONOMI MIKRO

Ekonomi mikro merupakan bagian terkecil dari ilmu ekonomi. Ekonomi Mikro merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana rumah tangga dan perusahaan membuat keputusan dan berinteraksi di pasar. Dalam ekonomi mikro dikenal 2 variabel yakni rumah tangga dan perusahaan, yang hubungan kedua variabel tergambar sebagai berikut :

Dimana masalah masalah ekonomi yang dihadapi yaitu

  1. What. Apa yang harus diproduksi
  2. How. Metode/cara menghasilkan barang dan jasa
  3. For Whom. Untuk siapa barang dan jasa diproduksi
  4. Teknologi
Barang merupakan benda-benda yang berwujud / tidak berwujud yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya atau untuk menghasilkan benda lain yang akan memenuhi kebutuhannya.
Dalam menghasilkan barang dan jasa membutuhkan adanya permintaan. Permintaan adalah keinginan konsumen membeli suatu barang dan atau jasa pada berbagai tingkat harga selama periode tertentu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan:
  • Harga barang itu sendiri (PX)
  • Harga barang lain yang terkait (PI)
  • Tingkat pendapatan perkapita (Y)
  • Selera /kebiasaan (T)
  • Jumlah penduduk (∑ Pddk)
  • Perkiraan harga X periode mendatang (Pp)
  • Promosi/ iklan (P)
Yang dapat digambarkan dalam fungsi permintaan. Fungsi permintaan adalah permintaan yang dinyatakan dalam hubungan matematis dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Secara matematis fungsi permintaan dapat terbentuk:
DX = f (PX, PI, Y, T, ∑ Pddk, Pp, P)
-  +   /  -  + + +       +  +
Dimana 
DX = Permintaan barang X
f = fungsi
Px = harga x
PI = harga barang lain (subsitusi/komplementer)
Y = pendapatan perkapita
T = selera / kebiasaan
∑ Pddk = jumlah penduduk
Pp = Perkiraan harga x periode mendatang
P = promosi/ upaya produsen meningkatkan penjualan
DX adalah variabel tidak bebas (dependent variabel) karena besar nilainya ditentukan oleh variabel-variabel lain, yaitu yang berada di sebelah kanan persamaan. Tanda positif (+) dan negatif (-) menunjukkan pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap permintaan barang x. Tanda positif menunjukkan hubungan searah, sedangkan tanda negatif menunjukkan hubungan terbalik.

Skedul dan Kurva Permintaan
Skedul permintaan adalah  daftar hubungan antara suatu barang dengan tingkat permintaan barang tersebut. 
Contoh peristiwa
Fungsi permintaan beras di kota Piru per bulan merupakan fungsi linear berikut ini
Qd = 100 - 10 p
Dimana 
Qd = permintaan beras (dalam ribuan ton)
P = harga beras per kilogram (dalam rupiah)
Dari persamaan tersebut kita menyimpulkan bahwa jika harga beras nol (gratis), maka permintaan beras tidaklah tak terhingga melainkan permintaan beras hanya 100 ton. Permintaan akan menjadi nol jika harga beras naik mencapai Rp 10.000/lebih per kilogram.
Dengan demikian skedul permintaan beras dapat disajikan sebagai  berikut:

Harga Beras/ KG
Permintaan Beras/ Bulan
(ribuan ton)
0
2.000
4.000
6.000
8.000
10.000
200
80
60
40
20
0

Kurva permintaan beras

Kurva permintaan ditarik dari sisi kiri atas kurva ke sisi kanan bawah kurva (<--).

Terima Kasih sudah mencari dan membaca ilmu!
Post by Stevani Manuhutu
Artikel Terkait :